iklan

Cara Mudah Budidaya Ikan Nila

 
Budidaya ikan nila saat ini memiliki prospek yang menjanjikan. Banyaknya peminat ikan dan cara budidaya yang tidak terlalu sulit membuat ikan ini semakin banyak digemari dan dikembangkan di berbagai tempat di Indonesia. Pembudidayaannya tidak memerluakan lahan yang luas dan tidak menyita waktu. 
Bagi yang tertarik untuk mengembangkan ikan ini, berikut ini caranya: 

Penyiapan Kolam 
Kolam budidaya sebaiknya memiliki tekstur tanah liat atau berupa liat berpasir dengan kedalaman sekitar � hingga 1 meter. Tinggi rendahnya kesuburan kolam bisa diatur dengan kedalaman kolam. Intensitas cahaya matahari yang masuk ke kolam bisa lebih tinggi sehingga tumbuhan di dalam kolam bisa berfotosintesis yang kemudian bisa meningkatkan pakan alami untuk ikan nila. Kolam juga sebaiknya mempunyai saluran untuk sirkulasi air ke dalam dan ke luar kolam. 

Sebelum benih dilepas, sangat penting untuk mengeringkan kolam dan dibiarkan terkena terik matahari selama 4-7 hari. Jika dasar kolam sudah terlihat retak, itu artinya bibit penyakit dan hama bawaan dalam kolam telah binasa. Lalu, kolam mesti diberi kapur (dolomit). Per meter persegi membutuhkan 10-25 gram. Selain untuk membunuh bibit penyakit, dolomit juga berguna untuk meningkatkan keaasaman (pH) air. Budidaya ikan nila juga memerlukan pupuk, bisa menggunakan pupuk buatan atau kandang. Ikan nila sangat menyukai plankton sehingga penyebaran pupuk akan menambah pakan alami bagi ikan untuk pertumbuhan.

Penyebabaran Benih Ikan Nila
Budidaya ikan nila juga mesti memperhatikan benih nila. Benih yang baik umumnya mampu bergerak dengan lincah dan memiliki warna cerah. Banyaknya sebaran benih tergantung luas kolam, namun idealnya 15 hingga 20 ekor/m2. Sebelum dilepaskan, benih nila harus bebas hama, caranya dengan merendam benih di larutan PK (Kalium Permanganat), garam dapur atau bisa menggunakan malachite green selama 1 hingga 2 hari. Pilih waktu pagi atau sore hari pada saat menebar benih. Saat dilepaskan, benih sebaiknya dikeluarkan dari dalam wadah sedikit demi sedkit (aklimatisasi). 

Pakan Ikan Nila 
Ada banyak jenis pakan yang beredar di pasaran, namun yang paling baik dari segi nutrisi adalah pellet (25% protein). Sebagai suplemen, ikan nila bisa diberikan ampas tahu, dedak halus, atau pakan lain yang gampang diperoleh. Pakan wajib diberikan setiap hari secara teratur dengan kuantitias 3-5% dari total berat per ikan.
Pemanenan Ikan Nila 
Setelah 3 hingga 6 bulan dipelihara, sekarang ikan nila telah siap dipanen. Relativitas lama pemeliharaan dipengaruhi beberapa faktor, yaitu ukuran ikan yang diinginkan, tingkat kesuburan kolam, dan teknik pemeliharaan. Jika pemanen menginginkan ikan dnegan berat 0,5-0,6 kg per ekor, panen ikan nila bisa dilakukan dalam waktu pemeliharaan kurang dari enam bulan. Cara memanen cukup mudah, dengan menguras kolam hingga tersisa parit kolam. Kalau sudah begini, ikan dapat ditangkap dengan mudah. 

Sederhana dan mudah, namun kita tetap bisa meraup pundi rupiah dengan mempraktekkan budidaya ikan nila.

Comments