iklan

Ikan Hiu Air Tawar, Ganas Tapi Menghasilkan

Ikan hiu terkesan ganas dan liar, ketika di laut bebas. Banyak korban meninggal gara-gara ikan yang satu ini. Tapi, tahukan Anda jika ikan ini bisa mendatangkan rupiah? Saat ini, banyak orang berminat memelihara ikan ini di dalam akuarium rumah mereka. Tidak hanya pasar dalam negeri, ikan ini juga telah merambah ke berbagai negara di dunia. Jika ikan ini pada umumnya hanya ditemukan di laut, sekarang bisa ditemukan di air tawar. Karena pasarnya yang luas, membudidayakan ikan ini masih sangat menjanjikan.  

Ciri-Ciri Morfologi Ikan 
Ikan berpostur tubuh lancip ini ternyata ada yang hidup di air tawar, namun berbeda dengan jenisnya yang hidup di laut. Ikan ini disebut demikian hanya karena penampkannya dari luar yang sangat mirip dengan hiu yang hidup di air laut. Lebih umum ikan ini disebut dengan ikan Gengis Khan. Ikan ini tidak mempunyai gigi seperti halnya hiu laut, hanya secara fisik dan bentuk tubuh sangat mirip. Meskipun demikian, ikan ini masih terkenal agresif dan galak. Berasal dari benu Amerika Latin tepatnya di pedalaman Sungai Amazon, ikan ini ketika dewasa bisa mencapai panjang 4 meter. Tapi, untuk mencapai panjang yang fantastis seperti ini, pemelihara ikan mesti merawatnya hingga bertahun-tahun. 

Saat masih bayi, ikan hiu air tawar hanya memiliki panjang sekitar 10 cm. Meskipun ditempatkan di akuarium bersama ikan jenis lain, ikan ini tidak akan pernah mengganggu atau bahkan memangsa ikan lain. Bergerak ligat, ikan ini bisa hidup berdampingan dengan bayi lumba-lumba ataupun ikan salamander. Ikan ini juga tahan penyakit sehingga mudah dibudidayakan. 

Harga Pasar dan Perawatan 
Memulai bisnis atau budidaya ikan hiu tidak sesulit yang dibayangkan, namun penjualannya sangat menggiurkan. Ikan ini mampu dijual dengan harga 185ribu per ekor. Saat memelihara ikan hiu, hanya diperlukan akuarium dan airator sebagai pembentuk gelembung oksigen dan filter air. 

Perawatannya juga sederhana. Ikan hias ini hanya perlu diberik makan satu kali sehari. Pengurasan akuarium juga mesti dilakuakn secara teratur satu minggu sekali. Ketika lampu mati, air dalam akuarium sebaiknya dikurangi hingga setengahnya agar ikan bisa dengan mudah mengambil nafas di permukaan air. Air yang digunakan sebaiknya bukan air ledeng, tapi air suling. Air ini bisa dibeli dengan harga Rp. 3000,00 tiap galon. Kalau memakai air ledeng, air mesti dibiarkan dulu semalam baru kemudian dimasukkan ke dalam akuarium. 

Ukuran akuarium paling tidak berdimensi 100x50x60 cm, namun akan lebih baik juga menggunakan ukuran yang lebih besar mengingat ikan ini bisa tumbuh dan memanjang hingga lebih dari satu meter. Jika didukung dengan pemberian pakan yang intensif dan mencukupi, pertumbuhan ikan akan maksimal. Jika akuarium sudah tidak lagi mencukupi, maka harus diganti yang lebih besar sehingga memudahkan gerak ikan hiu.

Comments